Skinbooster vs Salmon DNA: Mana yang dibutuhkan kulit?
Skinbooster vs Salmon DNA
- Rani Sarasmita
- 07 Jul 2026
SKINBOOSTER VS SALMON DNA : MANA YANG DIBUTUHKAN KULIT?
Seiring berkembangnya teknologi estetika, berbagai perawatan injeksi seperti skinbooster dan salmon DNA hadir sebagai solusi untuk meningkatkan kualitas dan kesehatan kulit. Meskipun memiliki tujuan yang serupa, kedua perawatan ini bekerja melalui mekanisme yang berbeda, sehingga pemilihan terapi perlu disesuaikan dengan kebutuhan kulit masing-masing individu.
Skinbooster merupakan perawatan yang menggunakan asam hialuronat (hyaluronic acid) yang fokus pada perbaikan tekstur, kelembapan, dan elastisitas kulit. Asam hialuronat adalah zat yang secara alami terdapat dalam kulit dan berperan penting dalam menjaga kelembapan. Dengan bertambahnya usia, kadar asam hialuronat dalam kulit akan berkurang, sehingga kulit menjadi lebih kering, kusam, dan muncul garis halus. Skinbooster bekerja dengan mengembalikan kelembapan kulit, membuatnya terasa lebih kenyal, halus, dan tampak segar.
Sementara itu, salmon DNA yang dikenal juga sebagai polinukleotida merupakan perawatan yang menggunakan bahan aktif dari DNA ikan salmon. Perawatan ini lebih berfokus pada proses perbaikan dan regenerasi kulit. Salmon DNA membantu merangsang pembentukan sel kulit baru, memperbaiki struktur kulit yang rusak, serta meningkatkan elastisitas dan kekuatan kulit dari dalam. Hasilnya, kulit tampak lebih sehat, lebih elastis, dan terasa lebih halus.
Kedua jenis perawatan ini dilakukan melalui suntikan halus ke lapisan kulit dan tidak bertujuan untuk mengubah bentuk wajah atau menambah volume, melainkan untuk membuat kulit tampak lebih sehat, segar, dan alami. Selain itu, kedua perawatan ini juga memiliki waktu pemulihan yang minimal. Setelah tindakan, pasien umumnya dapat langsung kembali beraktivitas tanpa downtime yang panjang.
Hasil perawatan tidak instan, skinbooster biasanya memberikan perubahan yang relatif lebih cepat dalam beberapa hari hingga 1–2 minggu setelah tindakan. Hasil optimal umumnya terlihat setelah 2–4 minggu, terutama bila dilakukan dalam beberapa sesi sesuai anjuran dokter. Efeknya dapat bertahan sekitar 4–6 bulan, tergantung kondisi kulit dan gaya hidup. Salmon DNA bekerja lebih bertahap karena fokus pada perbaikan dan regenerasi kulit. Perubahan awal biasanya mulai terasa dalam 2–3 minggu, sementara hasil yang lebih jelas akan terlihat dalam 1–2 bulan. Efek perawatan ini dapat bertahan lebih lama, sekitar 6 bulan atau lebih, tergantung respon kulit dan jumlah sesi.
Secara umum, skinbooster memberikan efek cepat pada kelembapan dan kilau kulit, sedangkan salmon DNA memberikan perbaikan kualitas kulit secara perlahan dan mendalam. Untuk hasil terbaik, keduanya sering dilakukan dalam beberapa sesi dan disesuaikan dengan kebutuhan kulit masing-masing individu.
Referensi
1. Yi KH, Winayanuwattikun W, Kim SY, Wan J, Vachatimanont V, Putri AI, Hidajat IJ, Yogya Y, Pamela R. Skin boosters: Definitions and varied classifications. Skin Res Technol. 2024 Mar;30(3):e13627. doi: 10.1111/srt.13627. Retraction in: Skin Res Technol. 2025 Nov;31(11):e70297. doi: 10.1111/srt.70297
2. K. Noh et al., “Novel Anti-Melanogenesis Properties of Polydeoxyribonucleotide, a Popular Wound Healing Booster,” Int. J. Mol. Sci., vol. 17, no. 9, pp. 1–11, 2016, doi: 10.3390/ijms17091448.
3. Camilia A, AP G, Dwiputri MF, Arief SFI, Setyadi YP. The role of Salmon DNA in Skin Regeneration and Anti-Aging. MEDINFTech [Internet]. 2025 Jun. 30 [cited 2026 Jan. 3];3(2):79-86. Available from: https://medinftech.org/index.php/medinftech/article/view/95